Menu

Mode Gelap

News · 2 Des 2025 03:34 WITA

Lima Penyebar Hoaks Soal Naiknya Air Laut Ditangkap di Pidie Jaya, Picu Kepanikan Saat Banjir Melanda


 Lima Penyebar Hoaks Soal Naiknya Air Laut Ditangkap di Pidie Jaya, Picu Kepanikan Saat Banjir Melanda Perbesar

SOALINDONESIA–PIDIEJAYA Situasi banjir yang melanda sebagian wilayah Aceh semakin diperburuk dengan beredarnya kabar bohong terkait naiknya air laut ke daratan. Akibat informasi menyesatkan ini, warga sempat panik dan melakukan evakuasi mandiri pada Senin (1/12/2025) dini hari.

Satreskrim Polres Pidie Jaya bergerak cepat dan menangkap lima orang diduga penyebar hoaks tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan para pelaku sebelumnya diamankan warga di Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua.

“Kelimanya ditangkap atas dugaan penyebaran hoaks terkait naiknya air laut, sehingga sempat menyebabkan kepanikan masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir,” ujar Joko.

READ  HUT RI ke-80, 76 Pelajar Terbaik Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2025 di Istana Negara

Lima Pelaku Berhasil Diamankan

Kelima terduga pelaku merupakan warga Kabupaten Pidie Jaya, masing-masing berinisial:

DH (38)

MN (23)

NZ (22)

RA (19)

MR (50)

Mereka kini ditahan di Polres Pidie Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk menggali motif penyebaran kabar bohong tersebut.

“Tindakan cepat kami lakukan agar kepanikan tidak semakin meluas di tengah kondisi masyarakat yang terdampak banjir,” tegas Joko.

Hoaks Memperparah Kecemasan di Tengah Bencana

Banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh sudah cukup membuat masyarakat waspada. Penyebaran informasi palsu semacam isu air laut naik dianggap sangat berbahaya karena dapat memicu kepanikan massal dan mengganggu ketertiban.

READ  Presiden Prabowo Terima Keluhan Warga Soal Lahan Jagung Hancur Akibat Banjir di Kutacane: “Mohon Dibendung, Pak”

“Penyebaran informasi palsu seperti isu naiknya air laut dapat memperparah kepanikan dan membahayakan keselamatan masyarakat. Polri harus bertindak tegas agar kepanikan tidak meluas,” jelasnya.

Imbauan: Cek Dulu, Sebar Kemudian

Joko mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru membagikan informasi sebelum mendapatkan kepastian dari sumber resmi. Dalam masa bencana, stabilitas psikologis warga sangat rentan dan mudah dipengaruhi.

“Hoaks di situasi bencana dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas. Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi apa pun tanpa verifikasi,” kata Joko.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah, TNI, dan relawan terus fokus pada proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan kondisi warga terdampak.

READ  PDIP Dalami Masalah Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, Hasto: Fraksi Sudah Ditugaskan Kajian Menyeluruh

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, saling membantu, dan selalu mencari informasi melalui jalur resmi. Di tengah bencana seperti ini, kebersamaan dan ketahanan sosial menjadi kunci,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News