Menu

Mode Gelap

News · 6 Agu 2025 06:01 WITA

Menag Tantang BWI-Baznas Seperti Yordania dan Kuwait dalam Pengelolaan Zakat-Wakaf


 Menag Tantang BWI-Baznas Seperti Yordania dan Kuwait dalam Pengelolaan Zakat-Wakaf Perbesar

SOALINDONESIA—JAKARTA—Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi tantangan bagi Badan Wakaf Indonesia (BWI) terkait pengelolaan wakaf dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pengelolaan zakat. Menag berharap kedua lembaga ini semakin optimal dalam proses pengelolaan wakaf dan zakat, bahkan bisa melampaui capaian negara-negara Timur Tengah.

Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, Senin (5/8/2025).

Menurut Menag, di Negara Arab, seperti, Yordania, jumlah zakat yang berhasil dikumpulkan pada tahun lalu mencapai 20 miliar Dinar, sementara wakafnya mencapai 600 miliar Dinar. , sementara di Kuwait, jauh lebih besar lagi juga pendapatan wakafnya.

READ  Gus Irfan: Antrean Haji Kini Merata 26 Tahun di Seluruh Indonesia, Tak Ada Lagi Diskriminasi Kuota

“Dengan adanya Rakernas BWI ini. Kita berharap ke depan, BWI dan Baznas bisa lebih menukik lagi pendapatannya,” harap Menag Nasaruddin Umar.

Dijelaskan Menag, ada 27 potensi dana umat yang dikembangkan sejak masa Rasulullah. Selain zakat dan wakaf, ada juga infak, sedekah, wasiat, hibah, jariyah, waris, ghanimah, kaffarat, dan lainnya. Ini potensi jumlahnya juga sangat besar.

“Ada juga fidyah, dam, luqatah, wakalah. Kalau kita kumpulkan ini semuanya, maka bisa mengumpulkan paling sedikit Rp 500 Trilliun per Tahun,” sebut Menag.

Menag Nasaruddin Umar juga menjelaskan bahwa pernah ada penelitian dari UIN Jakarta, yang menemukan bahwa jumlah dana umat Islam yang tersimpan di bank, kalau dikumpulkan zakatnya bisa terkumpul Rp 300 Triliun. “Kita bisa bayangkan, jika setiap mahasiswa baru di PTKIN, dikumpulkan 100ribu saja perorang, maka prediksi kita itu, Rp 200 Triliun sangat ringan untuk bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.

READ  KPK Panggil Eks Dirut PT Taspen, Antonius Kosasih, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Investasi Fiktif Rp 1 Triliun

Menag optimis, BWI dan Baznas bisa mengemban tugas ini. Menag juga mengajak potensi dana umat ini bisa diberdayakan sehingga dapat berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan.

“Mari kita berani berfikir lain. Selama kita tidak berani berfikir lain, jangan berharap kita mendapatkan perubahan. Jangan takut berbagai macam kritikan. Kritikan itu akan mengorbitkan orang naik ke atas. Jangan terlena dengan pujian, lebih banyak orang jatuh karena pujian. Dengan kekuatan umat kita seperti sekarang ini, kita akan menciptakan pusat peradaban di Indonesia,” tutup Menag.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News