Menu

Mode Gelap

News · 4 Des 2025 22:23 WITA

Menkeu Purbaya Siap Tambah Dana Penanganan Bencana, Anggaran Lain Tidak Terganggu


 Menkeu Purbaya Siap Tambah Dana Penanganan Bencana, Anggaran Lain Tidak Terganggu Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap menggelontorkan tambahan anggaran untuk penanganan bencana apabila Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membutuhkan. Tambahan dana akan diambil dari pos cadangan bencana sehingga tidak mengganggu alokasi anggaran kementerian dan lembaga lainnya.

Saat ini, BNPB masih memiliki dana sekitar Rp 500 miliar yang belum sepenuhnya terpakai.

“Kami masih tunggu. Mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp 500 miliar lebih, mungkin belum habis,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Tidak Ganggu Pos Anggaran Lain

READ  Pemerintah Finalisasi Pembayaran Kompensasi Energi BBM dan Listrik untuk 2024 dan Awal 2025

Purbaya menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan ruang fiskal khusus untuk kondisi darurat. Karena itu, penambahan anggaran bencana tidak akan memotong pos anggaran lain.

“Kalau diperlukan lebih banyak dari itu, kita sediakan. Sumber anggarannya dari cadangan bencana BNPB, jadi aman,” tegasnya.

Mekanisme tambahan anggaran tersebut akan menggunakan skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dapat diaktifkan kapan saja sesuai eskalasi kondisi di lapangan.

Dana Siap Pakai Masih Memadai

Meskipun pemerintah siap mengucurkan tambahan anggaran, Purbaya menilai dana BNPB saat ini masih cukup untuk menopang operasi tanggap darurat.

READ  Kontroversi Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Banjir, Gubernur Aceh Tegaskan Tak Pernah Beri Izin

“Tergantung pengajuan dari BNPB seperti apa, tapi uangnya cukup,” katanya.

BNPB juga diketahui memegang Dana Siap Pakai (DSP) yang merupakan anggaran darurat untuk respon cepat dalam penanganan bencana.

Fokus pada Upaya Tanggap Darurat

Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan ribuan warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Hingga Senin (1/12), terdapat 33.620 warga terdampak, dengan 447 jiwa meninggal dunia dan 399 orang masih hilang. Sebanyak 33.173 korban sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan dukungan fiskal tidak akan menjadi hambatan dalam upaya penyelamatan dan percepatan pemulihan.

READ  Polri Sita 197,71 Ton Narkoba Sepanjang 2025, Mahfud MD: Prestasi yang Patut Dibanggakan

Pemerintah berharap koordinasi antarlembaga terus diperkuat sehingga kebutuhan di lapangan dapat segera direspons, sementara alokasi anggaran tetap efektif dan tepat sasaran.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional