Menu

Mode Gelap

News · 30 Okt 2025 15:25 WITA

Menko AHY Luruskan Soal ‘In the Middle of Nowhere’: Dorongan Integrasi Infrastruktur, Bukan Kritik


 Menko AHY Luruskan Soal ‘In the Middle of Nowhere’: Dorongan Integrasi Infrastruktur, Bukan Kritik Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meluruskan pernyataannya mengenai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sempat dikaitkan dengan istilah “in the middle of nowhere”.

Menko AHY menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukanlah bentuk kritik, melainkan dorongan agar pembangunan infrastruktur nasional benar-benar terintegrasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semangatnya adalah bagaimana kita bisa menghadirkan integrasi wilayah. Jadi, pembangunan infrastruktur—termasuk bandara dan dermaga—harus dihubungkan dengan konektivitasnya, baik jalan menuju maupun keluar dari lokasi tersebut, sehingga benar-benar hidup,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Pemerintah Fokus pada Solusi dan Pengembangan Kertajati

AHY menegaskan bahwa pemerintah tidak berhenti pada tahap identifikasi masalah, melainkan terus mencari solusi konkret agar Kertajati dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan industri dan ekonomi baru di Jawa Barat.

READ  Reshuffle Kabinet: Prabowo Beri Surat Khusus untuk Lima Menteri yang Diganti

“Jangan sampai infrastrukturnya besar, bagus, memakan biaya tinggi, tetapi tidak optimal atau kurang dimanfaatkan. Kita harus berbesar hati untuk terus melakukan evaluasi,” tegasnya.

Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan pemerintah adalah menjadikan Kertajati sebagai hub industri dirgantara nasional. Upaya ini diawali dengan kerja sama antara BIJB Kertajati dan Garuda Maintenance Facility (GMF) dalam pengembangan fasilitas perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

“Kami tidak hanya berhenti di masalah. Setiap saat kami terus mensimulasikan apa saja yang bisa menjadi solusi, termasuk bagaimana Kertajati dapat dikembangkan menjadi hub industri dirgantara, diawali dari kerja sama antara BIJB Kertajati dengan GMF,” jelas AHY.

READ  Menko Kumham Imipas Yusril Pastikan Dua Polisi Pelindas Driver Ojol Disidang Pidana

Sinergi Antar-Kementerian Dorong Industri Penerbangan

Menko AHY menambahkan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat kerja sama pengembangan MRO nasional.

“Beberapa waktu lalu kami bersama Kementerian PPN/Bappenas dan sejumlah stakeholder lainnya, termasuk Kementerian Perhubungan, mencoba menghadirkan kerja sama yang baik untuk keperluan MRO. Di awal mungkin dimulai dengan helikopter, mudah-mudahan setelah itu fixed wings,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi baru di wilayah sekitar bandara.

Kertajati dan Rebana, Motor Baru Ekonomi Jawa Barat

Menurut AHY, pengembangan Kertajati tidak dapat dipisahkan dari peran Kawasan Rebana Metropolitan yang meliputi Majalengka, Cirebon, dan Subang. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang jika seluruh infrastrukturnya saling terhubung dan mendukung satu sama lain.

READ  Gus Irfan Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama

“Kertajati dan Rebana adalah contoh konkret bagaimana infrastruktur dapat membuka isolasi, menggerakkan ekonomi daerah, dan memperkuat daya saing wilayah,” ujar AHY.

“Ini bukan soal lokasi yang jauh, melainkan bagaimana kita menghadirkan konektivitas dan kegiatan ekonomi yang hidup di sekitarnya,” tambahnya.

Menko AHY menekankan, pemerintah terus mengawal dan mengevaluasi sejumlah bandara strategis nasional agar beroperasi secara optimal serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dengan sinergi antarkementerian dan komitmen untuk memperkuat konektivitas wilayah, AHY optimistis bahwa Kertajati dan kawasan Rebana akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat dan Indonesia bagian barat.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News