Menu

Mode Gelap

News · 23 Agu 2025 16:33 WITA

Menteri Agama Nasaruddin Umar Baca Puisi di Sasana Sastra: “Algoritma Kini Lebih Kuat daripada Wahyu”


 Menteri Agama Nasaruddin Umar Baca Puisi di Sasana Sastra: “Algoritma Kini Lebih Kuat daripada Wahyu” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar tampil dalam acara Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia yang digelar Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Acara ini mengusung tema “Yang Hening dalam Gejolak: Spiritualitas dan Kebangsaan”.

Dalam suasana ruangan yang temaram, Menag membacakan dua puisi karya sastrawan besar Indonesia: “Tuhan Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi W.M. serta “Sajak Atasnama” karya KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Lantunan puisi yang dibacakan dengan iringan musik flute itu mengantarkan pesan spiritual tentang kedekatan manusia dengan Tuhan.

READ  Wamenag: Urusan Haji dan Umrah Resmi Dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah

Menurut Menag, kedekatan dengan Sang Pencipta tidak bisa diraih lewat simbol-simbol kosong atau kekerasan atas nama agama, melainkan melalui kesadaran spiritual, kasih sayang, dan kerendahan hati.

Tak hanya membacakan karya sastrawan, Menag juga mempersembahkan puisi reflektif ciptaannya sendiri berjudul “Algoritma yang Lebih Kuat daripada Wahyu”, yang ia tulis saat berada di Tanah Suci Mekkah. Melalui puisi tersebut, ia mengajak hadirin merenungkan dominasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bait yang ia bacakan berbunyi:

“Tapi kini, kita lebih percaya notifikasi daripada ilham, lebih tunduk kepada notifikasi trending daripada panggilan langit subuh. Wahyu dibuka hanya saat ṣubāt, sementara algoritma kita refresh setiap lima menit.”

READ  Dr. Bunyamin: ASN Kemenag Harus Sebarkan Kabar Baik dan Wujudkan Asta Protas

Puisi itu ditutup dengan bait mendalam:

“Ketika algoritma lebih kuat daripada wahyu, kita tahu bahwa semua ini telah memindahkan kiblatnya dari langit ke layar.”

Nasaruddin menegaskan, puisinya bukanlah bentuk penolakan teknologi, melainkan ajakan untuk kembali menata relasi spiritual agar manusia tidak kehilangan kepekaan terhadap suara hati.

Selain membacakan puisinya, Menag juga menanggapi karya-karya penyair lain yang tampil sebelumnya. Ia mengaku terkesan dengan sejumlah puisi bertema kematian, yang menurutnya mengingatkan manusia pada perjalanan menuju kepulangan kepada Tuhan.

“Puisi-puisi ini mengingatkan kita bahwa sejauh apa pun kita melangkah, pada akhirnya kita akan kembali ke pangkuan-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” ucapnya.

READ  Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Kamtibmas 98 Persen Aman, Dorong Pendekatan Kemanusiaan di Delapan Kabupaten

Acara ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz, serta para tokoh sastra dan budaya, termasuk Taufiq Ismail.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional