Menu

Mode Gelap

News · 5 Okt 2025 12:17 WITA

Otorita IKN Ungkap Tambang Batu Bara Ilegal di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto


 Otorita IKN Ungkap Tambang Batu Bara Ilegal di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkap adanya sejumlah aktivitas ilegal yang meresahkan di sekitar kawasan pembangunan IKN. Salah satu temuan paling menonjol adalah aktivitas tambang batu bara ilegal yang berada di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Temuan tersebut disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal OIKN yang telah melakukan operasi pengawasan intensif dalam beberapa pekan terakhir. Selain tambang ilegal, satgas juga mendapati perambahan hutan, pembukaan lahan secara masif, hingga bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur antara Kecamatan Sepaku hingga KM 70 Desa Batuah, Kecamatan Samboja.

Penemuan Tambang dan Truk Pengangkut Batu Bara Ilegal

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro, mengungkapkan bahwa operasi dilakukan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum. Menurutnya, temuan ini akan menjadi landasan untuk melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku.

READ  Pemerintah Revisi Target, 20.000 Koperasi Desa Merah Putih Akan Terima Pembiayaan Rp3 Miliar

“Penegakan hukum akan dilakukan secara simultan untuk memberi efek kejut dan efek jera kepada para pelaku,” tegas Edgar dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (5/10).

Salah satu hasil penindakan yang signifikan adalah penyitaan tujuh unit truk bermuatan batu bara ilegal di gerbang Tol Samboja–Balikpapan pada Minggu, 28 September 2025 sekitar pukul 02.40 WITA. Truk beserta muatannya langsung diserahkan ke Polda Kalimantan Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Temuan di Bukit Tengkorak dan Tahura

Selain itu, Satgas OIKN juga menemukan stockpile batu bara dan pasir putih hasil tambang ilegal di kawasan hutan lindung Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku. Sayangnya, para pelaku telah meninggalkan lokasi saat tim tiba pada Senin, 29 September 2025, dan hingga saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Di wilayah Tahura Bukit Soeharto, Satgas juga mencatat adanya aktivitas perambahan hutan yang digunakan untuk berbagai tujuan ilegal, mulai dari perkebunan liar, pembangunan rumah ilegal, hingga warung-warung tidak berizin. Seluruh temuan ini telah dilaporkan dan sedang ditangani oleh aparat penegak hukum, termasuk Polda Kaltim.

READ  BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

Pelanggaran Hukum dan Komitmen Penegakan

Edgar menegaskan bahwa para pelaku aktivitas ilegal akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik dalam pidana kehutanan maupun pidana mineral dan batu bara (minerba).

“Kami tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas yang merusak lingkungan dan mengganggu pembangunan IKN. Semua pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta agar masyarakat di sekitar kawasan IKN tidak ikut terlibat dalam kegiatan ilegal dan mengimbau agar masyarakat berperan aktif dalam menjaga kawasan tersebut.

“Masyarakat bisa berkontribusi dengan melaporkan dugaan pelanggaran. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk menjaga kawasan IKN agar tetap lestari dan aman dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” tutup Edgar.

READ  Aktivis 98 Faizal Assegaf Usulkan Polri Ditempatkan di Bawah Kementerian Keamanan

Langkah Selanjutnya: Perluasan Operasi hingga Kutai Kartanegara

OIKN juga menyatakan akan memperluas wilayah operasi Satgas ke area yang lebih luas, termasuk ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen serius dalam menjaga kawasan strategis nasional dari segala bentuk pelanggaran hukum.

Fakta Temuan Satgas OIKN:

Tambang ilegal ditemukan di kawasan konservasi Tahura dan hutan lindung Bukit Tengkorak

7 truk bermuatan batu bara ilegal diamankan di gerbang tol Samboja–Balikpapan (28/9)

Stockpile batu bara dan pasir putih ditemukan di Desa Sukomulyo, Sepaku (29/9)

Perambahan hutan untuk permukiman liar dan warung ilegal di Tahura Bukit Soeharto

Kasus-kasus dalam penyelidikan oleh Polda Kaltim

OIKN mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas ilegal

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News