Menu

Mode Gelap

News · 5 Des 2025 17:50 WITA

Pemulihan Listrik di Sumatra Terkendala Cuaca Ekstrem, ESDM: Tower Sudah Dipasang, Hujan dan Longsor Robohkan Lagi


 Pemulihan Listrik di Sumatra Terkendala Cuaca Ekstrem, ESDM: Tower Sudah Dipasang, Hujan dan Longsor Robohkan Lagi Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan bahwa proses pemulihan listrik di wilayah bencana di Sumatra masih menghadapi kendala serius. Meski suplai listrik telah diprioritaskan ke fasilitas penting seperti rumah sakit, upaya perbaikan jaringan masih terhambat kondisi cuaca dan medan yang ekstrem.

Menurut Erani, sejumlah tower listrik yang rusak sebenarnya sudah mulai dibangun kembali, namun beberapa di antaranya kembali roboh akibat hujan deras dan longsor susulan.

“Ada beberapa yang sudah dipasang jaringan kembali tapi tiba-tiba hujan, longsor kembali, roboh kembali,” ujar Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

READ  Baleg DPR dan Menkumham Bahas Evaluasi Prolegnas, RUU Perampasan Aset Masuk Prioritas 2025

PLN Kerahkan Material dan Helikopter Sejak Hari Pertama

Ia menyebutkan bahwa PT PLN (Persero) telah bekerja intensif memulihkan pasokan listrik. Material perbaikan, termasuk komponen tower listrik, telah dikirim dari Jakarta sejak awal bencana. Selain itu, helikopter turut dikerahkan setiap hari untuk menjangkau titik-titik yang sulit dilewati melalui jalur darat.

“Dengan upaya yang intensif dari PLN sejak hari pertama, listrik seharusnya sudah bisa diberikan aksesnya, meskipun belum dalam jumlah seperti semula,” kata Erani.

“Setiap hari helikopter macam-macam itu sejak hari pertama. Apa saja dilakukan untuk bisa menerobos daerah itu.”

Prioritas: Warga Terdampak dan Fasilitas Vital

READ  Kejagung Geledah Apartemen Nadiem Makarim, Sita Dokumen Terkait Kasus Korupsi Laptop

Erani menegaskan bahwa pemulihan listrik difokuskan terlebih dahulu pada warga yang terdampak langsung serta fasilitas penting seperti rumah sakit dan posko darurat.

“Yang diutamakan itu bagi warga yang betul-betul terdampak langsung. Medannya memang luar biasa,” ujarnya.

Distribusi BBM Sudah Menjangkau Mayoritas Wilayah Terdampak

Selain listrik, pemerintah juga berupaya menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah yang dilanda banjir bandang dan longsor. Erani mengatakan bahwa semua wilayah terdampak sudah mulai menerima suplai BBM, meski volumenya masih di bawah kebutuhan normal karena keterbatasan akses.

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga harus melalui medan berat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini membuat distribusi harus dilakukan melalui beberapa metode, tidak hanya jalur darat.

READ  Royalti Musik untuk Pesta Pernikahan, WAMI Kena Kritik DPR: “Kelewat Batas, Rawan Premanisme!”

“Secara umum sudah, tapi jumlahnya belum bisa sebanyak yang kita harapkan karena situasi medannya. Tapi itu akan terus ditambah,” kata Erani.

Untuk daerah yang jalur daratnya terputus, pengiriman BBM dilakukan menggunakan helikopter.

“Sebagian besar sudah bisa dimasukin. Kadangkala sebagian juga menggunakan heli,” jelasnya.

Upaya pemulihan listrik dan pasokan energi di Sumatra masih terus dilakukan secara intensif. Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi prioritas utama agar aktivitas warga dapat segera kembali berjalan normal.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News