Soalindonesia–LABUANBAJO – Tim SAR Gabungan memperpanjang masa pencarian terhadap satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang masih hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan perpanjangan operasi pencarian dilakukan hingga Jumat, 9 Januari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan temuan korban sebelumnya serta adanya permohonan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol.
“Perpanjangan operasi SAR dilakukan selama dua hari, mulai 8 hingga 9 Januari 2026,” ujar Fathur, Kamis (8/1/2026).
Pada hari ke-14 operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memfokuskan penyisiran di sekitar lokasi penemuan bangkai KM Putri Sakinah serta wilayah perairan di sekitarnya. Upaya pencarian dilakukan secara intensif melalui penyisiran permukaan laut dan penyelaman.
Selain itu, Ditpolairud Polda NTT turut mengerahkan teknologi bawah laut berupa Remotely Operated Vehicle (ROV) dan perangkat sonar untuk mendeteksi keberadaan korban di dasar perairan.
Upaya pencarian juga diperkuat dengan penggunaan multibeam sonar milik Institut Teknologi Bandung (ITB) serta multibeam sonar dari Distrik Navigasi Kupang.
“Area pencarian difokuskan di perairan sekitar Pulau Padar. Namun hingga saat ini, hasil operasi masih nihil,” jelas Fathur.
Ia menambahkan, Kedutaan Besar Spanyol telah menyampaikan apresiasi secara resmi kepada Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan atas dedikasi, kerja keras, serta upaya maksimal yang telah dilakukan selama proses pencarian.
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Pulau Padar. Dalam insiden tersebut, empat WNA asal Spanyol dinyatakan hilang. Hingga kini, tiga korban telah berhasil ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Tim SAR Gabungan menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan peralatan yang tersedia selama masa perpanjangan operasi guna menemukan korban terakhir.











