Menu

Mode Gelap

News · 6 Okt 2025 01:44 WITA

Presiden Prabowo Tegaskan Penghapusan Budaya Senioritas di TNI, Fokus pada Kompetensi Prajurit


 Presiden Prabowo Tegaskan Penghapusan Budaya Senioritas di TNI, Fokus pada Kompetensi Prajurit Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya profesionalisme dan kompetensi dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan mendorong penghapusan budaya senioritas yang selama ini menjadi tradisi di lingkungan militer.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, usai menghadiri peringatan HUT ke-80 TNI yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10). Menurutnya, Prabowo ingin seluruh jajaran TNI menempatkan kompetensi dan prestasi di atas segala hal, termasuk senioritas.

“Bapak Presiden memberikan penekanan kepada seluruh jajaran TNI untuk mengutamakan kompetensi, melebihi segalanya dibandingkan dengan masalah senioritas,” ujar Prasetyo.

READ  Bareskrim Periksa Wakil Gubernur Babel Hellyana Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Perkara Naik Penyidikan

Sudah Diterapkan dan Akan Dilanjutkan

Prasetyo menegaskan bahwa kebijakan ini sudah mulai diterapkan dan akan terus dijalankan sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas dan modernisasi TNI di era kepemimpinan Prabowo.

“Saya kira ini sudah dijalankan dan pasti akan terus dijalankan. Karena kita memang betul-betul ingin menegakkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI,” tegasnya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa penghapusan senioritas bukan berarti merendahkan posisi prajurit yang lebih dahulu mengabdi.

“Ini jangan dimaknai bahwa selalu yang senior kurang daripada yang junior. Tidak begitu maknanya. Jadi jangan sampai terjadi benturan antara senior dan junior,” imbuh Prasetyo.

READ  KRI Bung Hatta-370 Amankan Dua Kapal Pengangkut Nikel Diduga Langgar Aturan di Perairan Mandiodo

Arahan Langsung dari Presiden Prabowo

Sebelumnya, dalam pidatonya saat memimpin upacara HUT ke-80 TNI, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan perintah kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta seluruh Kepala Staf Angkatan untuk mulai mengevaluasi para pemimpin TNI berdasarkan kompetensi dan dedikasi, bukan semata berdasarkan urutan angkatan atau usia.

“Prajurit kita berhak untuk menuntut kepemimpinan yang terbaik. Oleh karena itu, saya memberi izin kepada Panglima TNI dan kepala staf untuk tidak terlalu memperhitungkan senioritas dalam seleksi kepemimpinan,” tegas Prabowo.

Ia juga menekankan bahwa faktor yang harus menjadi prioritas adalah prestasi, pengabdian, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

READ  Suasana Memanas Jelang Vonis Razman Nasution, Sidang Mendadak Dialihkan Daring

Menuju TNI Profesional dan Modern

Langkah Presiden Prabowo ini menjadi bagian dari reformasi internal TNI dalam menghadapi tantangan geopolitik global, serta memastikan bahwa institusi pertahanan Indonesia mampu bergerak secara lincah dan profesional di tengah tuntutan zaman.

Dengan sistem penilaian berbasis kompetensi, diharapkan para prajurit terbaik bisa menempati posisi strategis, terlepas dari urutan angkatan atau senioritas, asalkan memiliki kemampuan, rekam jejak, dan dedikasi tinggi terhadap negara.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News