Menu

Mode Gelap

News · 10 Okt 2025 21:01 WITA

Teror Bom Guncang Sekolah Internasional di Jakarta dan Tangsel, Polisi Pastikan Nihil Ancaman


 Teror Bom Guncang Sekolah Internasional di Jakarta dan Tangsel, Polisi Pastikan Nihil Ancaman Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sejumlah sekolah internasional di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Utara mendapat ancaman bom pada Jumat pagi (10/10/2025). Kabar tersebut langsung memicu kepanikan di kalangan orang tua dan siswa. Aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh.

Salah satu sekolah yang menerima ancaman tersebut adalah North Jakarta Intercultural School (NJIS) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi bersama tim penjinak bom (Jibom) telah melakukan penggeledahan dan menyatakan tidak ditemukan bahan peledak atau benda mencurigakan.

“Tim sudah menyisir seluruh area sekolah, termasuk kelas, ruang guru, halaman, hingga gudang. Hasilnya nihil, tidak ditemukan adanya bahan peledak,” kata salah satu petugas di lokasi, Jumat siang.

Mensesneg: Jangan Sebar Hoaks, Teror Ini Sangat Sensitif

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa isu bom di sekolah merupakan hal yang sangat sensitif dan harus ditangani secara serius. Namun ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

READ  Polri Akui 11 Persoalan Jadi Keluhan Publik, 67 Persen Kapolsek Masuk Kategori Underperformance

“Tentunya ini jadi perhatian serius pihak kepolisian. Tapi dari pengecekan yang dilakukan di lapangan, tidak ditemukan ancaman nyata,” ujar Pras kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10).

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi penyebaran hoaks, terutama yang berkaitan dengan keamanan publik.

“Kita semua harus bijak. Apalagi ini menyangkut keamanan dan keselamatan di lingkungan pendidikan. Tidak bisa main-main, karena menyangkut anak-anak kita,” tegasnya.

Presiden Prabowo Minta Masyarakat Lebih Waspada Terhadap Informasi Palsu

Menurut Pras, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat luas untuk lebih hati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era banjir informasi seperti sekarang.

READ  Menag: Cegah Intoleransi Butuh Lebih dari Sekadar Undang-Undang

“Presiden selalu menekankan, kita harus membangun semangat untuk memeriksa ulang setiap informasi yang diterima. Jangan langsung percaya, apalagi ikut menyebarkan,” ungkap Pras.

Polri: Investigasi Dilakukan, Pelaku Akan Dikejar

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan telah membuka investigasi untuk melacak sumber ancaman bom yang dikirim ke beberapa sekolah internasional tersebut. Polisi menduga adanya pola yang sama dalam pengiriman ancaman tersebut, baik dari sisi waktu, format email, maupun sasaran.

“Kami sedang telusuri jejak digital dari pengirim ancaman. Kami serius menangani ini, karena berkaitan langsung dengan ketenangan masyarakat dan keamanan anak-anak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

Sekolah Sempat Dievakuasi, Kini Kegiatan Kembali Normal

READ  Presiden Prabowo Tegaskan Penghapusan Budaya Senioritas di TNI, Fokus pada Kompetensi Prajurit

Sebelumnya, pihak sekolah sempat melakukan evakuasi siswa dan staf ke lokasi aman sesuai protokol darurat. Beberapa sekolah juga sempat menunda kegiatan belajar selama beberapa jam sambil menunggu hasil penyisiran.

Kini, setelah dipastikan aman, kegiatan sekolah telah berangsur normal, meskipun pengamanan masih diperketat di beberapa titik.

Pesan Pemerintah: Bijak, Tenang, dan Jangan Panik

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, serta terus berkoordinasi dengan aparat keamanan jika menemukan informasi mencurigakan. Langkah utama yang diutamakan adalah verifikasi dan klarifikasi, bukan penyebaran masif di media sosial.

“Jangan langsung percaya broadcast atau tangkapan layar yang tidak jelas sumbernya. Laporkan ke pihak berwenang. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal tanggung jawab sosial,” pungkas Pras.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News