Menu

Mode Gelap

News · 13 Sep 2025 18:28 WITA

Jubir Yaqut Bantah Tudingan MAKI Soal Menteri Agama Tak Boleh Jadi Pengawas Haji


 Jubir Yaqut Bantah Tudingan MAKI Soal Menteri Agama Tak Boleh Jadi Pengawas Haji Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Juru Bicara eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Anna Hasbie, menegaskan bahwa pernyataan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terkait larangan menteri agama menjadi pengawas haji adalah keliru.

Hal ini disampaikan Anna menanggapi laporan Boyamin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi kuota haji yang menyeret nama Yaqut.

“Tudingan Boyamin bahwa Menteri Agama dan staf khusus ‘tidak boleh menjadi pengawas haji’ adalah keliru dan tidak memahami regulasi,” ujar Anna, Sabtu (13/9/2025).

Anna menjelaskan, posisi Amirul Hajj yang diemban menteri agama sudah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Tugas utamanya adalah memimpin misi haji Indonesia serta memastikan kelancaran penyelenggaraan.

READ  KPK Soroti Pernyataan Ustaz Khalid Basalamah soal Pengembalian Uang Kasus Korupsi Kuota Haji

“Amirul Hajj dibantu tim yang setiap tahun dibentuk, terdiri dari 6 orang unsur pemerintah dan 6 orang unsur ormas Islam,” jelasnya.

Bantahan soal Honorarium Rp7 Juta per Hari

Menanggapi tudingan bahwa Yaqut dan timnya menerima honor Rp7 juta per orang per hari, Anna menegaskan bahwa biaya perjalanan dan honorarium Amirul Hajj sudah diatur resmi melalui PMA No. 24 Tahun 2017.

“Pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas, dapat diaudit, dan sama sekali tidak melanggar aturan. Menyebut hal ini sebagai ‘dugaan korupsi’ adalah tuduhan prematur, mengada-ada, dan menyesatkan publik,” ucap Anna.

READ  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis IHSG Bisa Tembus 9.000, Asal Fondasi Ekonomi Diperkuat

Ia juga menambahkan, pengawasan internal tetap dilakukan oleh Itjen Kemenag (APIP), sementara pengawasan eksternal ada pada DPR, BPK, dan BPKP. “Tidak ada tumpang tindih, apalagi pelanggaran hukum,” tegasnya.

Laporan Boyamin ke KPK

Sebelumnya, Boyamin mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jumat (12/9/2025), untuk menyerahkan dokumen tambahan terkait dugaan korupsi kuota haji 2024.

Ia menyebut, berdasarkan surat tugas Nomor 956 Tahun 2024 yang diteken Itjen Kemenag, Yaqut ditugaskan melaksanakan pemantauan ibadah haji selain menjadi Amirul Hajj. Hal ini, menurut Boyamin, melanggar UU No. 8 Tahun 2019 karena menimbulkan dobel tugas dan dobel anggaran.

READ  Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran di Bantul dan Infrastruktur Strategis Lainnya

“Diduga ada uang harian tambahan sebesar Rp7 juta per hari. Kalau 15 hari ya tinggal dikalikan,” kata Boyamin.

Ia menegaskan, pengawas internal seharusnya hanya berasal dari APIP, sementara pengawas eksternal dari lembaga resmi negara, bukan Menteri Agama maupun staf khususnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News