Menu

Mode Gelap

News · 30 Okt 2025 15:53 WITA

Bank bjb Catat Laba Konsolidasi Rp1,37 Triliun, Perkuat Digitalisasi dan Pembiayaan Hijau


 Bank bjb Catat Laba Konsolidasi Rp1,37 Triliun, Perkuat Digitalisasi dan Pembiayaan Hijau Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kinerja bank bjb terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi global. Hingga kuartal III 2025, bank bjb mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp1,37 triliun, dengan total aset tumbuh 2,8% menjadi Rp215,9 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsolidasi tercatat mencapai Rp160,2 triliun, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 3,5% menjadi Rp142,9 triliun. Dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 85,3%, bank bjb menunjukkan keseimbangan yang sehat antara likuiditas dan ekspansi kredit.

“Melalui pengelolaan aset dan liabilitas yang lebih prudent, optimalisasi potensi fee based income, serta efisiensi dalam kegiatan operasional, laba konsolidasi sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,37 triliun,” ujar Direktur Utama bank bjb, Yusuf Saadudin, Kamis (30/10/2025).

Dorong Inovasi Digital dan Pinjaman Tanpa Tatap Muka

READ  Mulai Tahun Depan, Pemerintah Bayar 70 Persen Kompensasi Energi Setiap Bulan: Pertamina dan PLN Diuntungkan

Dalam strategi transformasi digital, bank bjb meluncurkan KGB Pisan (Pinjaman ASN) — produk digital loan yang telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 5.800 debitur hanya dalam satu tahun.

Produk ini menjadi terobosan digital karena menghadirkan proses kredit tanpa interaksi fisik, waktu persetujuan yang cepat, serta sistem verifikasi digital yang aman.

“Ke depan, cakupan layanan KGB Pisan akan diperluas untuk pengajuan kredit baru, sejalan dengan komitmen kami menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan inklusif,” jelas Yusuf.

Sebagai entitas pengendali grup, bank bjb juga memperkuat sinergi dengan tiga bank anak dan dua lembaga keuangan non-bank dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan efisiensi grup.

“Sinergi antar entitas akan terus diperkuat melalui kolaborasi produk dan skema sharing fee untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas grup secara berkelanjutan,” tambahnya.

READ  Wacana Peleburan Kementerian BUMN ke Danantara, Pengamat Ingatkan Risiko Hilangnya Fungsi Publik

Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Ekonomi Hijau

Bank bjb menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Hingga September 2025, portofolio pembiayaan hijau bank bjb mencapai Rp15,2 triliun, dengan fokus pada sektor lingkungan, UMKM hijau, dan transportasi rendah emisi.

Selain itu, bank bjb juga telah menerbitkan obligasi berkelanjutan (Sustainable Bond) senilai Rp1 triliun, sebagai langkah nyata memperkuat pendanaan hijau dan mendukung agenda ekonomi berkelanjutan nasional.

“Kami melihat arah kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia memberi momentum positif bagi perbankan nasional untuk memperkuat daya saing, termasuk dalam pendanaan hijau,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, efisiensi biaya dana (cost of fund) menjadi fokus utama perseroan menjelang akhir tahun. Dampak dari kebijakan ini diperkirakan mulai terlihat pada kuartal IV 2025 dan akan optimal pada kinerja penuh tahun 2026.

READ  Komdigi Ungkap 76 Persen Situs Judi Online Gunakan Cloudflare, Panggil Perusahaan untuk Klarifikasi

Perkuat Penghimpunan Dana dan Fokus Ekonomi Daerah

Dari sisi penghimpunan dana, bank bjb terus mendorong penguatan dana ritel serta memperluas kerja sama pengelolaan payroll dengan instansi pemerintah dan korporasi. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur pendanaan yang efisien, stabil, dan berkelanjutan.

Selain itu, bank bjb juga fokus memperkuat margin melalui manajemen loan pricing yang adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kebutuhan pasar.

Ke depan, pertumbuhan bank bjb akan diarahkan pada kredit konsumer, ekosistem ekonomi daerah, BUMD, dan program prioritas pemerintah yang menjadi pasar potensial di wilayah Jawa Barat dan Banten.

“Kami optimistis strategi ini akan memperkuat posisi bank bjb sebagai bank regional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing nasional,” pungkas Yusuf Saadudin.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News