Menu

Mode Gelap

News · 23 Sep 2025 19:16 WITA

Hakim Tolak Praperadilan Rudy Tanoe: Penetapan Tersangka oleh KPK Sah Secara Hukum


 Hakim Tolak Praperadilan Rudy Tanoe: Penetapan Tersangka oleh KPK Sah Secara Hukum Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Upaya hukum praperadilan yang diajukan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe, Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, resmi ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang yang digelar pada Selasa (23/9/2025) dipimpin oleh Hakim tunggal Saut Erwin Hartono A. Munthe, yang memutuskan bahwa penetapan Rudy Tanoe sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sah menurut hukum.

“Maka penetapan pemohon sebagai tersangka haruslah dinyatakan sah menurut hukum. Dengan demikian terhadap permohonan pemohon pada petitum kedua dan ketiga haruslah ditolak,” ujar Hakim Saut dalam amar putusannya.

Penetapan Sah, KPK Bertindak Sesuai Prosedur

Dalam pertimbangannya, Hakim Saut menegaskan bahwa KPK telah melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai aturan yang berlaku. Termasuk, memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Rudy Tanoe sebagai tersangka dalam perkara korupsi penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020.

READ  BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2025, Tersedia 11 Formasi Asisten Manajer

“Penyelidik termohon diberikan kewenangan untuk menemukan alat bukti dalam tahap penyelidikan,” ucapnya.

Hakim juga mengungkapkan bahwa Rudy Tanoe telah tiga kali meminta penundaan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Namun, proses hukum tetap berjalan dengan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti.

Kuasa Hukum Hormati Putusan

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum Rudy Tanoe, Ricky Herbert Parulian Sitohang, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan hakim.

“Kami menghormati hakim tunggal, juga menghormati rekan-rekan dari KPK. Kita sudah lihat semua perjalanannya, dan sama-sama kita hormati,” ujar Ricky usai persidangan.

READ  KPK Nilai Dugaan Pemerasan Wali Kota Madiun Ganggu Iklim Usaha

KPK Tegaskan Profesionalisme dan Kepatuhan Hukum

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengaku yakin hakim akan memutus perkara secara adil dan independen. Ia juga menegaskan bahwa proses penetapan tersangka dilakukan dengan profesional dan sesuai ketentuan hukum.

“Bahwa dalam proses tersebut, termasuk dalam penetapan tersangka, KPK telah bertindak secara profesional dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” ujar Budi dalam pernyataan tertulis.

Latar Belakang Kasus Korupsi Bansos

Kasus yang menjerat Rudy Tanoe berkaitan dengan proyek pengadaan dan distribusi bantuan sosial beras untuk KPM PKH tahun 2020. PT Dosni Roha Logistik, perusahaan yang dipimpinnya, disebut sebagai salah satu pelaksana kegiatan tersebut. Dalam penyelidikan awal, dugaan kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

READ  Eks Kapolres Ngada Dituntut 20 Tahun Penjara dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak

Rudy Tanoe merupakan kakak dari Harry Tanoesoedibjo, pengusaha media dan pendiri Partai Perindo.

Proses Hukum Berlanjut

Dengan ditolaknya permohonan praperadilan ini, status Rudy Tanoe sebagai tersangka resmi tetap berlaku. Proses hukum oleh KPK akan memasuki tahap penyidikan lanjutan, termasuk pendalaman alat bukti, pemeriksaan tambahan saksi, dan kemungkinan penahanan lanjutan.

Hingga kini, belum ada keterangan apakah pihak Rudy Tanoe akan mengambil langkah hukum lanjutan, seperti gugatan ke Mahkamah Agung atau permohonan judicial review.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional