Menu

Mode Gelap

News · 17 Nov 2025 19:18 WITA

Aliansi Masyarakat Pemantau Konstitusi Laporkan Komisi III DPR ke MKD Terkait Dugaan Kelalaian Uji Kelayakan Hakim MK


 Aliansi Masyarakat Pemantau Konstitusi Laporkan Komisi III DPR ke MKD Terkait Dugaan Kelalaian Uji Kelayakan Hakim MK Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Aliansi Masyarakat Pemantau Konstitusi (AMPK) resmi melaporkan sejumlah anggota Komisi III DPR RI periode 2019–2024 ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Senin (17/11). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kelalaian Komisi III dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi, Arsul Sani.

Dalam laporan itu, AMPK menyertakan lima nama teradu, yakni Herman Hery, Adies Kadir, Ahmad Sahroni, Mulfachri Harahap, dan Desmond Mahesa. Mereka dinilai bertanggung jawab atas proses seleksi Arsul Sani yang disebut-sebut menggunakan ijazah S3 palsu saat mendaftarkan diri sebagai calon hakim MK.

“Kami datang untuk membuat laporan kepada MKD terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu hakim MK berinisial AS,” ujar perwakilan AMPK, Betran Sulani, di Kompleks Parlemen, Senayan. Ia menegaskan, laporan tersebut disertai kajian internal yang mengarah pada dugaan pelanggaran etik dalam proses seleksi.

READ  DPR Bocorkan Jumlah Uang Pensiun Anggota Dewan, Tertinggi Rp3,6 Juta

Menurut Betran, pihaknya membawa sejumlah bukti berupa pemberitaan dari media nasional dan laporan media Polandia yang mengulas investigasi terhadap Collegium Humanum – Warsaw Management University, kampus tempat Arsul menyelesaikan studi doktoralnya. Lembaga antikorupsi Polandia dilaporkan tengah memeriksa perguruan tinggi tersebut.

Anggota AMPK lainnya, Muhammad Rizal, menambahkan bahwa laporan tersebut bukan hanya menyasar Arsul Sani, melainkan juga Komisi III DPR sebagai pihak yang melakukan fit and proper test.

“Kami menduga ada kelalaian dalam proses seleksi hakim MK, dan MKD harus memanggil pimpinan serta anggota Komisi III untuk menjelaskan hal ini,” ujarnya.

READ  Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan Usai Bahas Banjir–Longsor di Sumatra

Laporan AMPK telah diterima MKD dan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Respons dari DPR

Ketua Komisi III DPR saat ini, Habiburokhman, menanggapi isu tersebut dalam rapat bersama Pansel Calon Anggota Komisi Yudisial. Ia menekankan bahwa Komisi III tidak memiliki kemampuan teknis untuk memverifikasi keaslian ijazah para calon.

“Kami membaca dokumen yang diserahkan. Secara forensik kami tidak punya kemampuan mengecek keaslian dokumen atau mekanisme verifikasi kampus di luar negeri,” ujar Habiburokhman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, memastikan pimpinan DPR akan meminta MKD mempelajari laporan AMPK tersebut.

READ  Ketua DPR Puan Maharani Soroti 7 Pekerja Migran Asal Sumut Tewas di Kamboja: “Negara Harus Hadir dari Hulu ke Hilir”

“Kita akan lihat lebih jauh isi laporannya. MKD tentu akan memproses sesuai kewenangan,” ungkapnya.

Arsul Sani Tunjukkan Dokumen Asli

Merespons tuduhan tersebut, Arsul Sani menggelar konferensi pers di Gedung MK. Ia menunjukkan langsung ijazah asli, disertasi yang ditulisnya, serta foto-foto wisuda doktoralnya.

“Pada saat wisuda, pihak kampus bahkan mengundang Duta Besar Indonesia di Warsawa. Di sanalah ijazah asli itu diberikan,” kata Arsul sambil memperlihatkan dokumen dan foto-foto wisudanya.

Arsul menegaskan bahwa seluruh persyaratan akademik dan administrasi dalam proses pencalonan dirinya telah sesuai aturan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional