Menu

Mode Gelap

News · 5 Des 2025 17:39 WITA

Satgas Penegakan Hukum Telusuri Dugaan Kejahatan Lingkungan Pemicu Banjir di Sumatra


 Satgas Penegakan Hukum Telusuri Dugaan Kejahatan Lingkungan Pemicu Banjir di Sumatra Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa Satgas Penegakan Hukum (PKH) telah bergerak menelusuri dugaan tindak pidana kerusakan lingkungan yang diduga memicu banjir besar di sejumlah wilayah di Sumatra. Penelusuran ini dilakukan setelah muncul laporan mengenai rusaknya ekosistem hutan serta temuan kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus banjir.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan tim gabungan tersebut telah turun ke lapangan sejak Kamis dan kini bekerja di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

“Mulai kemarin sudah bergerak di tiga wilayah itu, baik Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Anang kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).

READ  Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Segan Laporkan Pegawai Kemensos yang Korupsi ke KPK dan Kejagung

Fokus Penyelidikan: Kerusakan Hutan, Tambang, dan Pembalakan

Satgas PKH kini memusatkan penyelidikan pada dugaan tindak pidana yang menyebabkan kerusakan hutan, termasuk kemungkinan adanya aktivitas tambang, pembalakan liar, atau pelanggaran lain yang berkontribusi terhadap banjir.

“Nanti sedang didalami. Apakah ini akibat rusaknya kawasan hutan atau kayu-kayu tambang, nanti didalami. Yang jelas tim PKH sudah bergerak,” kata Anang.

Menurutnya, penyidik kini menelusuri asal potongan kayu yang ditemukan pascabanjir, apakah berasal dari kawasan hutan yang digarap secara ilegal atau sumber lain.

“Apakah itu berasal dari kawasan hutan atau tidak, itu akan didalami. Yang jelas mereka sudah masuk ke sana,” tegasnya.

READ  Viral Video Karung Uang Terkait Kasus Bupati Pati, KPK: Proses OTT

Tim Gabungan dari Banyak Instansi

Satgas PKH melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, BPKP, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penyelidikan ini dilakukan paralel dengan langkah cepat tim KLHK dan kepolisian yang telah lebih dulu turun ke beberapa titik terdampak.

“Kemenhut juga bagian dari Satgas PKH. Kalau nanti ditemukan ada pihak yang terlibat tindak pidana, pasti akan diproses secara hukum. Tapi tentu harus didalami dulu,” jelas Anang.

Penelusuran Awal Masih Berlangsung

Hingga saat ini, Satgas PKH masih melakukan penelusuran awal di lokasi-lokasi kerusakan. Pemeriksaan mencakup pemetaan wilayah terdampak, jejak aktivitas manusia, serta pemanfaatan lahan yang diduga melanggar aturan.

READ  Kejagung Intensif Usut Dugaan Korupsi Pajak, Geledah Lebih dari 5 Lokasi di Jabodetabek

“Terkait kerusakan hutan, nanti tim masuk ke sana. Kalau diperlukan, akan melibatkan aparat penegak hukum lainnya,” tutup Anang.

Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap penyebab utama banjir besar di Sumatra dan memastikan adanya tindakan hukum bagi pihak yang terbukti merusak lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional